TUGAS MEMBUAT CERITA INSPIRATIF BAHASA INDONESIA

Sejak dulu, aku selalu berpikir bahwa mengikuti olimpiade atau kejuaraan akademik lainnya adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk direalisasikan. Mungkin karena aku meragukan kemampuanku ketika melihat soal-soal yang jauh lebih sulit daripada ujian sekolah biasa. Aku juga takut harus bersaing dengan orang-orang yang lebih pintar, yang bisa menjawab satu soal hanya dalam hitungan detik. Aku tidak percaya pada kemampuanku sendiri. 
Namun, beberapa tahun belakangan, pemikiran itu perlahan mulai berubah.

Seperti biasa, saat liburan kenaikan kelas, aku menghabiskan waktu dengan membaca cerita, menonton video di YouTube, dan melakukan hal-hal lain yang kusukai. Suatu waktu, aku menemukan sebuah video yang menarik perhatianku. Video itu membahas tentang konsep-konsep sains yang ada dalam sebuah anime. Pembahasannya sangat mudah dipahami serta dikemas dengan cara yang unik. Pembuat video itu bahkan melakukan percobaan yang sesuai dengan yang ada di anime—seperti membuat alat komunikasi radio tanpa baterai atau menjelaskan hukum-hukum fisika yang diterapkan dalam adegan tertentu.

Aku semakin penasaran dan mulai menonton lebih banyak video serupa. Lama-kelamaan, ketertarikanku terhadap sains semakin tumbuh. Sebenarnya, aku memang bisa mengerjakan soal matematika dan IPA sejak dulu, tetapi aku tidak pernah benar-benar menyukai pelajaran tersebut. Aku pernah dikenal sebagai seseorang yang bisa menghitung perkalian besar dengan cepat, tapi itu dulu, bukan disaat latar waktu cerita ini. Seiring waktu, entah kenapa kemampuan tersebut mulai pudar. 

Namun, melihat video-video itu membangkitkan rasa ingin tahuku. Aku mulai proses memahami konsep-konsep ilmiah, mencari tahu lebih dalam, dan bahkan mencoba beberapa eksperimen sendiri yang tentunya bisa dilakukan di rumah dan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan. 

Entah kebetulan atau apa, di sekolahku terdapat ekstrakurikuler yang baru dibuat: ekskul sains. Seolah semesta jawabannya, kini ada wadah yang bisa menyalurkan minatku. Aku memutuskan untuk bergabung.

Kebetulan juga teman sebangku ku saat itu ingin bergabung ke ekstrakurikuler sains juga, setidaknya aku tak perlu kesulitan untuk mencari teman baru di sana. 

Hari dimana kegiatan di ekstrakulikuler tersebut dimulai pun tiba. Sebenarnya kegiatan awal hanya membuat kelompok dengan teman dan bergabung ke kelompok mata pelajaran, seperti kelompok IPA, matematika, informatika, seni, olahraga, dan IPS. Awalnya aku ingin bergabung dengan kelompok matematika, tapi aku berasumsi pasti orang-orang yang benar-benar benar berminat dengan matematika bisa dikatakan tidak banyak. Sebab itulah aku hanya bergabung dengan kelompok IPA saja. Karena meskipun agak sulit, tapi IPA masih memiliki peminat walaupun tidak terlalu banyak. Daripada bergabung ke kelompok matematika, kalau ternyata yang bergabung hanya diriku sendiri, bagaimana? 

Seminggu berlalu, kegiatan yang kedua pun dimulai. Biasanya ketika minggu pertama dan ke tiga kegiatannya yaitu membuat tugas kelompok dengan teman. Dan minggu ke dua dan ke empat kegiatannya adalah kegiatan belajar dengan kelompok mata pelajaran. Kegiatan di minggu pertama dan ketiga menurut ku merupakan kegiatan yang membosankan, karena tidak ada hal yang menarik untuk dipelajari. Tugasnya hanya membuat roket air, lumayan mudah karena aku pernah melihat video serupa. 

Minggu ke tiga pun tiba. Minggu yang ku tunggu-tunggu karena setidaknya bisa belajar sesuatu. Kegiatan dimulai dengan langsung bergabung ke kelompok mata pelajaran masing-masing. Lalu mengerjakan dan membahas soal-soal yang diberikan oleh pembimbing kelompok. Ternyata soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal semester 2 kelas 8, untungnya sebagian besar orang yang bergabung dengan kelompok IPA adalah kelas 9, dan yang di bawah itu hanya aku saja, jadi anggota kelompok yang lain yang mengajarkanku.


Mungkin aku dulu tidak percaya diri, tetapi sekarang aku sadar bahwa kemampuan bisa berkembang jika diberi kesempatan. Aku tidak harus langsung menjadi yang terbaik. Yang penting adalah terus belajar, mencoba, dan menikmati prosesnya.

Comments